This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 13 Januari 2012

Jalan Para Peminang Bidadari

Ilustrasi (inet)

Mereka bilang jalan-jalan.

Lebih dari itu ku yakini ini adalah sebuah persiapan.

Persiapan untuk sebuah perjalanan.

Persiapan yang sampai pada titik mana aku berhenti tak pernah aku pikirkan.

Karena persiapan adalah sebuah proses, dan proses tak kan pernah aku biarkan ia terhenti di perjalanan.

Katakanlah: “Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Ankabut: 20)

Alam bebas, di sanalah kau menyadari siapa dirimu sebenarnya dan siapa sebenarnya kawanmu serta kau akan menyadari siapakah Allah

Menyalurkan hobi dan senang-senang saja kau.

Ini bukanlah sekedar hobi atau senang-senang saja kawan,

Ini adalah sebuah persiapan…

Persiapan untuk meninggalkan dunia yang penuh dengan kesenangan-kesenangan yang semu.

Persiapan untuk menunjukkan keberartian tulang-tulang berserakan ini di hadapan Rabbnya.

Persiapan yang ku lakukan dengan kebahagiaan menjalankannya.

Kalau lah ini semua untuk jalan-jalan saja atau sekedar menyalurkan hobi bermain di alam, maka saksikanlah bahwa kau takkan melihat ku berlama-lama di sini.

“Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada seorang mukmin yang lemah dalam segala kebaikan. Peliharalah apa-apa yang menguntungkan kamu dan mohonlah pertolongan Allah, dan jangan lemah semangat (patah hati). Jika ditimpa suatu musibah janganlah berkata, “Oh andaikata aku tadinya melakukan itu tentu berakibat begini dan begitu”, tetapi katakanlah, “Ini takdir Allah dan apa yang dikehendaki Allah pasti dikerjakan-Nya.” Ketahuilah, sesungguhnya ucapan: “andaikata” dan “jikalau” membuka peluang bagi (masuknya) karya (kerjaan) setan.” (HR. Muslim)

Dibutuhkan lebih banyak KEBERANIAN untuk menghadapi kehidupan sehari-hari yang sebenarnya lebih kejam daripada bahaya pendakian yang nyata, Tetapi dibutuhkan lebih banyak KETABAHAN untuk bekerja di kota daripada mendaki gunung Yang tinggi (Ipala).

Ya, saya yakini ini adalah persiapan, persiapan yang mungkin tak ada ujung hingga aku lah yang paling layak dan pantas berada di barisan terdepan menjemput bidadari menggapai surga, bersama Rasulullah bertemu dengan Allah.

Inilah jalan yang ku tempuh.

Jalannya para pejuang yang tidak semua orang senang mengikutinya.

Jalan yang berliku penuh rintangan dan ancaman.

Jalannya para pejuang yang rindu bertemu Rabbnya.

Jalan para peminang bidadari.

Kematian.. Kita yang merencanakan, Allah yang menentukan. Oleh karenanya, rencanakanlah kematian yang indah, kematian orang-orang yang rindu bertemu Rabbnya, Sehingga Allah tak sungkan menyambut kerinduan tersebut dan menetapkan kematian indah yang diinginkan setiap muslim

“Sesungguhnya, Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur`an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) dari Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah: 111)

Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mati dan dirinya tidak pernah berjihad dan tidak pernah meletakkan dalam dirinya keinginan untuk berjihad maka dia mati dalam cabang kemunafikan.“ (Hadits Riwayat Imam Muslim)

Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi. Ya Allah kubersimpuh di hadapan-Mu dan kupanjatkan Doa: “Ya Rabb Wafatkanlah aku di medan Jihad atau di medan Dakwah atau dengan selemah-lemahnya aku, wafatkanlah aku dalam husnul khatimah”, aamiin.

Mari Bermain, Belajar dan Berlatih di Alam

Kemana Aku Pergi Fotoku berbicara

Alam Berbicara Tentang Keindahan



Berikut foto-foto lukisan alam ciptaan Allah SWT, yang berada di sekitar Gunung, ketinggian Tebing dan Dalam Goa.. Semoga dengan melihat keindahan ciptaan-Nya ini kita semakin sadar akan betapa agungnya Allah SWT.Ciptaan-Nya begitu indah untuk dinikmati, sehingga ketika diperlihatkan ayat-ayat Allah ini semakin bergetar hati kita untuk senantiasa mengingat Allah.

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal" (QS al anfal ayat 2)

Gambar 1.
View Gunung Cikurai dari jalur pendakian Cisurupan Gunung Papan dayan, diambil sekitar pukul 9 pagi
Fotografer : Mr. Lee


Gambar 2.
Keindahan Ciptaan Allah dalam Goa Ciduren. terlihat seseorang yang menyusur goa ini dan seekor kelelawa yang tertangkap kamera dalam kegelapan.
kedalaman :40m dibawah permukaan tanah

Fotografer : Rsnto













Gambar 3.
Keindahan Matahari terbit dari Puncak Menara Gunung Merbabu.
3142mdpl
Fotografer : Rsnto
















Gambar 4. Bunga Edelweis dari Gunung Merbabu

Fotografer : Rsnto


Gambar 5.
Kawah Gunung Gede, Terlihat dari puncak Gunung Gede
ketinggian 2958 mdpl
Fotografer : DAM













Gambar 6. Padang Edelweis di Mandalawangi Gunung Pangrango. ketinggian 3019mdpl

Fotografer : NOOR.HH


Gambar 7. Masjid Ta'awun daerah Puncak Bogor. terlihat indah dari kejauhan.

Fotografer : DAM












Gambar 8.
Goa ciduren

Fotografer : Rsnto















Gambar 10. Pegunungan disekitar Gunung Merbabu.

fotografer : Rsnto



Gambar 11.
View Gunung Sundoro dan sumbing dari Puncak Menara Gunung Merbabu 3142mdpl.

Fotografer NHH.








Gambar 12. Tebing Citatah 125
Fotografer NHH



















Gambar 13. View Diatas Puncak Gunung merbabu
dengan menggunakan kamera HP 2 Megapixel
Fotografer : DAM





















Gambar 14.
Pegunungan disekitar Gunung cikurai

fotografer : NHH










Bersambung................


Lawu Merbabu sebuah catatan perjalanan (part I G. Lawu)


*PERLENGKAPAN & PERALATAN KELOMPOK
- Gas 8 tabung (maidani : 5 tabung, aris : 3 tabung)
- Kompor 2 (Aris & mba nunung)
- Misting 1 set (ARis)
- Ceret 1set (Aris)
- Golok 1buah (Aris)
- Dirigen 5 Liter (semua ikhwan bawa)
- Aqua botol 1.5ltr (semua akhwat bawa)
- Tenda 2 set( tenda ikhwan aris, tenda akhwat mba nunung)
- Fly sheet 1(Maidani) bagi yg punya harap bawa!!
- Logistik Kelompok (Lasmi)
- Webbing 2 gulung (Maidani)
- korek api/korek gas (maidani) yg lain juga bawa!!!!
- Lilin

*perlengkapan & peralatan pribadi
- Logistik : Beras 2 liter, Telor 4butir(lebih boleh), gula, Mie Instant, Snack(kue lebaran bawa aja :D)
- Peralatan makan dan minum (piring, gelas, sendok dsb)
- Peralatan Mandi
- RAin coat, sleeping bag, careel 85 ltr.
- Obat-obatan pribadi
- Senter
- Pakaian ganti
- Kaos kaki minimal 2 (Jgn lebih dari 10 :D), sepatu/sendal gunung
- Matras untuk sholat & alas tidur

12 september 2010
yups.. tepat tanggal 12 september kami ipala :bang santo, mba nunung, lasmi, asep, aris(Ketua perjalanan), maidani dan riki (free land)
berangkat untuk marathon ke 3 gunung : Lawu, merbabu dan merapi(pada akhirnya tidak sempat). sesuai jadwal kami kumpul di stasiun senen pukul 12.30 WIB untuk persiapan akhir, sementara aris sudah harus datang dan ngantri di stasiun senen sejak pagi untuk memesan tiket ekonomi (supaya dapet tempat duduk :D) kereta api Matarmaja jurusan stasiun pasar senen - Malang
@Rp. 51.000,- 7 orang.

paginya dapat kabar dari aris kalau ternyata pembelian tiket sudah dibuka setelah subuh sementara informasi yg saya dapat bahwa pembelian tiket baru dibuka jam 9, karena aris saya sarankan untuk datang jam 9 maka kami pun tidak kebagian tiket untuk duduk. langsung saja saya kabarkan ke inbox di fb tempat kami meeting perjalanan.

kira2 pukul 10.45 dapat kabar dari bang santo kalo dia sudah sampe di senen karena mau beli kaos kaki dulu, disusul dengan datangnya riki, saya berangkat dari rumah 11.20 WIB,
ketika sedang menunggu bis ke terminal senen, saya melihat
seorang ibu yg menggendong anak yang tampak sedih & sedikit menangis membereskan plastik yg sobek karena pecahan sirup yang terbuat dari beling shingga isi dari plastik tsb terpksa dikeluarkan.
"kenapa bu??"
"saya butuh plastik pak, plastik saya robek"
"oh ini pake plastik saya saja(kebetulan bawa plastik doubel yang saya isi makanan(pempek;pesenan lasmi, bolu tape, dan makanan2 lain)"
"ya Allah makasih pak.. makasih.. berulang2 smbil menangis"
"hiks..(pdhl cm plastik) jadi berpikir tentang 2 hal ; manfaatkan setiap peluang amal solih yang ada, karena kita tidak tahu apakah peluang itu akan datang lagi esok.
jangan pernah meremehkan setiap apa yg kita miliki, karena mungkin sesuatu yg kita miliki yg kita anggap kecil itu begitu berarti... bagi orang lain.
sampai di senen saya hampir tepat pukul 12.30 WIB dan disana sudah ada asep dan lasmi. tidak lama kemudian baru aris dan mba nunung yg datang paling akhir.(red :urusan keluarga)

setelah aris datang kami pun langsung masuk ke stasiun menuju kereta utama matarmaja jurusan yg ke malang dan tujuan kami adalah stasiun solo jebres. masih suasana idul fitri 1432, ternyata arus mudik pada h+2 masih ramai, shingga kereta jrusan malang ini begitu ramai, terpaksa kami menunggu KA tambahan yg datang pukul 15.30 WIB.

sperti kata lagu bang iwan fals "... biasanya kereta terlambat. 2 jam cerita lama" hehee.. kereta yang kami tunggu pun tiba sekitar pukul 16.45 WIB. kedatangan kereta ini disambut riuh tepuk tangan oleh para penumpang yg menunggu, karena kereta tambahan itu kosong alias tidak ada penumpang sehingga kita bisa dapat tempat duduk.

tidak perlu berebut tempat duduk, karena tempat duduk yg kosong banyak. saya memilih duduk di tempat duduk untuk 2x2 disana ada seorang bapak yg sudah dapat tempat duduk sebelumnya. "permisi pak, disini masih kosong?" tanya saya. "duduk aja, disini ga ada tmpat kosong, pokoknya kosong semua kalo kereta tambahan kaya gini"ujarnya "iya pak makasih" jawab saya
taruh keril di atas tempat saya duduk, kemudian bang santo juga duduk di samping saya. sehingga kami bertiga dan masih ada 1 bangku kosong. sememntara lasmi, mba nunung dan asep duduk di kursi yang 3x2 tepat sebelah kiri di depan saya. dan riki di belakang saya. kami pun cukup senang dan tenang karena sudah dapat tempat duduk semua, mengingat perjalanan yang kita tempuh ini cukup jauh dan memakan waktu yang sangat banyak kira2 12 jam.

13 September 2010
Tepat sekitar pukul 7.30 WIB kami pun sampai di stasiun solo jebres, istirahat sebentar, ada yg ke kamar mandi dan mengabadikan moment di stasiun solo jebres(ceprat cepret) yups.. foto-foto.. hehe..
di stasiun solo kami bertemu dengan kelompok pendaki lain yg berasal dari bogor yang ingin mendaki gunung lawu juga. kami pun bareng mencarter mikrolet dari solo jebres. sempet terjadi tawar menawar dengan supir angkot disana. dari kelompok ipala menyewa 1 kendaraan dan kelompok yg dari bogor juga 1 mobil, sopir yang satu sudah setuju 20 ribu sampai tawangmangu, tetapi supir yang satunya lagi maunya 25 ribu. tetapi setelah tawar menawar, akhirnya sepakat harga per orang Rp. 20.000,- 7 orang.
berangkat ke tawangmangu perjalanan yang cukup panjang untuk ukuran ongkos 20 ribu. tapi lancar dan ga macet(hehe beda lah ama dijakarta).

sampai tawangmangu tepat sekitar pukul 08.30 WIB. saya, asep, mba nunung, lasmi dan aris mau istirahat dan makan pagi terlebih dahulu sementara riki dan bang santo katanya nanti aja makannya di tawangmangu(mau makan sate kelinci katanya. hehe).
liat sana-sini menu yang ditawarkan rata2 nasi ina itu : Rp. 3000,- Rp. 6000,- harga yg cukup murah dibandingin dijakarta.
saya, lasmi, mba nunung, aris mesen nasi soto ayam dan asep nasi gudeg. makan lah kami dengan lahap.. selamat makan.. :)
setelah selesai balik lagi ke tempat yang kami turun dari mobil, kebetulan memang kami sudah dapat mobil yang akan mengangkut ami ke cemoro sewu(base camp pendakian gunung lawu) dan kami bareng dengan para pendaki lain yang berasal dari bogor dan sekitarnya. udara dingin, pemandangan hijau khas pegunungan dan kondisi jalan yang naik turun menghiasi perjalanan kami menuju base camp cemoro sewu.

Pukul 10.15 WIB sampai di cemoro sewu dan pada pada waktu itu kabut menyelimuti daerah cemoro sewu. untuk pendakian gunung lawu dapat melalui jalur cemoro sewu atau cemoro kandang dan jarak kedua base camp ini kurang lebih 500m. memandangi sekeliling tempat kami turun, Toko atau warung yang menjual cinderamata dan kebutuhan2 lainnya, tepat di seberang kami berdiri Masjid An-nur. kemudian Packing ulang, ganti baju besi, yang belum makan pada nyari kebutuhan bagian tengah(perut).
Untuk kemudahan, kami membawa barang yang diperlukan saja untuk naik ke puncak gunung lawu. baju yang tidak diperlukan ditinggal, logistik sebagian ditinggal, Gas bawa sebagiannya dan keperluan2 lainnya disesuaikan dengan kebutuhan apakah perlu dibawa atau tidak.

pos 1
setelah packing ulang, beres-beres dan sebagainya. Pukul 11.50 WIB kami mulai mendaki dengan sebelumnya mendaftar ke pos pendakian cemoro sewu.tidak lupa Aris sebagai ketua peralanan kali ini memimpin doa untuk pendakian ke G. lawu ini. Mulai track pendakian dengan jalan terjal dan berbatu yang di susun berundak seakan berjalan bukan ke gunung, maklum nh gunung sering didatangi banyak orang terutama pada malam satu suro dan maulid nabi(sumber : kuncen argo dalem) jalur yang dilalui semakin lama semakin menyempit dan menjadi jalan setapak yang mengantarkan kita ke pos
1 , selama perjalanan menuju pos satu ini trak di dominasi jalur berbatu dan di sisi kanan kiri pohon pinus yang rimbun yang setelah beberapa meter ke atas berubah menjadi ladang penduduk yang ditumbuhin wortel dan daun bawang.
pada pukul 12.40 sampailah kami di pos 1 di situ kami mengambil air untuk persediaan mendaki, karena diatas tidak ada air lagi sampai pos 5. langsung saja dirigen 5 liter dikeluarkan dan diisi ulang. dari pos 1 ini ternyata penampungan air nya ada di sebelah kanan. setelah istirahat sebentar dan mengisi air yang diperlukan(tidak lupa foto-foto) kami melanjutkan perjalanan menuju pos 2.

pos2.
perjalanna sekitar hampir 1 jam yang masih melewati bebatuan yang kadang letaknya berhimpitan terkadang harus melipir cari celah yang lebar untuk lewat. Kondisi jalur ini terasa dingin waluapun hari itu terik, mungkin karena medan yang berbatu sehingga udara disekitar menjadi lembab. tepat pukul 13.30. di pos 2 kami istirahat makan makanan kecil dan melaksanakan sholat. sekitar pukul 14.20 kami melanjutkan perjalanan kembali

pos3.

perjalanan menuju pos 3 kami di guyur hujan gerimis, masing2 kami mengeluarkan raincoat yang sudah dibawa tiba di pos 3 pukul 16.15 masih ada post dengan atap seng yang sudah bocor dikanan jalan dan ada lapak disebelah kiri muat 2 tenda, tak lama hujan makin deras dan terpaksa kita ngecamp di post ini, Karena hari juga sudah mau magrib dan hujan deres beresiko buat kita untuk melanjutkan perjalanan dengan medan yang belum kenal ini. Kemudian masing2 kami mendirikan tenda(3 tenda) dan si aris mulai memasak. setelah selesai masang tenda kami pun ikut membantu memasak aris. menu hari itu : Nasi+Mie rebus+rendang+semur+telor. sayang pada waktu itu saya dan aris ga kebagian banyak makan nasi nya karena aris masak nasi dua sesi, cuma sampe 1 sesi sudah hujan deras, akhirnya keesokan paginya baru makan. kami pun masuk ke tenda menikmati tidur di gunung dengan udara dingin dan lembab diiringi suara2 binatang malam yang ada digunung.

ada beberapa kelompok yang pada saat itu ngecamp bersama kami, dan tepat yang ada disamping kami bangun tengah malam sekitar jam 1 untuk mendaki malam. katanya"pengen melihat matahari terbit di puncak". ya sudah.. kita lanjut tidur lagii.... ngapain ikut2an. hehe..

Paginya kami melanjutkan perjalanan kembali sekitar pukul 9 pagi dan sampai di pos sendang drajat sekitar pukul 15.30. muncak ke puncak lawu dan terpaksa turun kemalaman dari sendang drajat. sekitar pukul 17.30 kami turun dari sendang drajat, kami turun bareng juga dengan kelompok yang menamakan dirinya "kadal". penampilan bapak2 dari kadal ini membuat saya gregetan karena naik lawu tidak dengan persiapan yang matang ; ada yang memakai sandal, tidak bawa senter logistik juga nebeng dengan para pendaki lain.

sebelum saya naik ke lawu, sempat bercerita ke orang tua teman saya bahwa saya liburan lebaran mau naik gunung. orang tua teman saya berkata :"bagus dek, asal jangan naik gunung lawu saja" lah saya mau naik gunung lawu pak. "jangan dek.. gunung lain saja" diceritakanlah tentang cerita2 mistis gunung lawu.. hingga ketika saya berjalan sendirian di depan sementara teman2 saya masih dibelakang dan ada juga yang didepan saya, dalam kondisi gelap saya kembali mengingat cerita itu. Rasa takut itu ada, tapi rasa takut kepada Allah mengalahkan rasa takut ku kepada sesuatu selainNya. "ah kalau aku takut kepada selain Allah berarti aku telah menduakannya" Lanjut saja.. alhamdulillah tidak ada gangguan yang menghadang. :)

sampai di cemoro sewu saya, lasmi, riki, mba nung sampai sekitar pukul 20.00 - pukul 22.00 sedangkan bang santo dan aris sampai di cemoro sewu sekitar jam setengah dua belas malam. aris dan bang santo menamakan dirinya pendaki ngepel (ngesot pecinta alam) jadi menurut mereka :D.

setelah istirahat sate kelinci menjadi wisata kuliner kami yang mantab di tengah malam. uenak... setelah kenyang kami tidur untuk melanjutkan perjalanan ke Gunung Merbabu keesokan harinya. Kalau dalam pertandingan sepak bola ada man of the matchnya nah dalam pendakian lawu ini aris jadi man of the matchnya, salah satu kejadian lucunya minum minuman keras karena dikiranya air putih biasa..
ZZZ...zzz...zz (tidur dalam kondisi yang sejuk dan dan tenang di base camp cemoro sewu untuk melanjutkan perjalanan ke G. Merbabu)

Gunung Cikurai dan Angin yang mererai-rerai

*Keinginan yang tersalurkan

Sebenarnya keinginan aku untuk mengunjungi Gunung cikurai ini sudah lama aku pendam, kira-kira 1 tahun yang lalu ketika aku memandang kerucut raksasa cikurai dari Gunung papandayan. Saat itu aku sedang mendaki gunung papandayan, dalam hati aku bergumam ;"andai saja hari ini ada banyak waktu, abis gunung papandayan ini langsung deh ke cikurai" sempat aku juga berkata ke Eko(temen waktu ngedaki papandayan) ;"ko, abis ini kita kesini yuk". ah terang saja, keinginan ku saat itu besar sekali, mengingat dari kejauhan Gunung cikurai itu begitu indah, apalagi waktu aku menyaksikannya di kala pagi hari. Subhanallah..

hingga akhirnya dapet Telpon dari temen, :"dan, temen2 IPALA mau ke cikurai nh ikut ga? tanggal 30 Januari 2010 sampai tanggal 1 Januari 2011" wah langsung aja aku sambut dengan senang hati. Akhirnya ada kesempatan untuk ke cikurai dan bercengkrama dengannya menikmati cikurai dan keindahan disekitarnya.

Janji kumpul di PO Primajasa yang dicililitan jam 21.00 dan 21.30 paling telat, tapi karena aku ngajar dulu sehingga akupun terlambat sampe disana. "sory ya, gara2 gw kita harus naik 2 kali, karena bis yang ke garut sudah ga ada lagi.. maaf ya..."
"Tenang udah biasa kan" kata teman2..

Berangkat sekitar pukul 11.30 malam dari PO Prima jasa UKI, perjalanan sekitar 3 jam jakarta garut.

Sekitar jam 2 malam kami sampai di pintu keluar jalan tol Cileunyi, kami ke cileunyi dulu dan naik bis ke tasik karena bis yang ke garut sudah tidak ada. sampai cileunyi kami langsung naik mobil kecil ke Terminal guntur garut. tepat sekitar pukul 3 pagi sampai di terminal garut, langsung sarapan bubur ayam khas garut.. bubur ayamnya kaya gado-gado, rame banget isinya untung pada ga berantem. heheee..

Naik Mobil kecil dari cileunyi ke Terminal Garut per orang Rp. 10.000,- kemudian kami nego kembali supaya diteruskan dan kami carter mobil yang tadi kami tumpangi untuk sampai ke pemancar(base camp pendakian gunung cikuray).

Sekitar Jam 3.30 kami sampai di desa sebelum pos pemancar, "sampai sini saja kang, mobil tidak bisa masuk sampe pemancar" ah.. kami tidak bisa protes, padahal mereka janji untuk sampe pemancar. ya sudah kami terima dengan ikhlas saja.

hari masih gelap, sulit bagi kami untuk langsung menempuh perjalanan ke pos pemancar, karena arah jalan belum kelihatan. Akhirnya kami istirahat terlebih dahulu di masjid dekat kami turun. tidak lama kemudian Subuh berkumandang, tak jauh berbeda dengan musholla/masjid-masjid di jakarta. hanya 3 orang desa sekitar yang melaksanakan sholat berjamaah. kedatangan kami membuat rame 1 shaft sholat berjamaah subuh.

setelah meminta izin dengan pengurus masjid, kami pun beristirahat sejenak sebelum pendakian. pak lukman(ketua team pendakian) berbincang-bincang dengan pengurus masjid, sempat saya mendengar(ngomongnya bahasa sunda euy.. muhun aja dah.. hehe) kalau pendakian ke pemancar masih memakan waktu 4 jam lagi. itu baru pos pemancar. sampe

puncaknya sekitar 4 jam an (bukan 4 zaman ya!! hehe) juga.



*Hijau direrai dengan biru
Pendakianpun dimulai sekitar pukul 7.30 WIB, kami mulai mendaki. wah saya belum tidur, ga bisa tidur sama sekali. kebiasaan lama kalo ada event2 tertentu suka begini. tapi lumayan lah mengistirahatkan otot2 yang pegal. menusuri jalan setapak sampai kami disebuah warung, belanja keperluan yang belum terbeli dan tidak lupa mengisi perut dulu(red.sarapan pagi).



setelah terisi kebutuhan perut, kami melanjutkan perjalanan. saat baru mau mulai berangkat kami melihat rombongan yang menaiki mobil pick up dan belakangan kami mengetahui mereka juga rombongan yang ingin mendaki G. cikurai. Wah kalo tau mereka mau mendaki juga, jelas kami pasti minta ikut. tapi tidak apa-apa, perjalanan melewati punggungan-punggungan, kali-kali kecil, menikmati pemandangan ciptaan Allah yang indah menghapus penyesalan yang sudah kami lewati. perjalanan yang cukup panjang dibandingkan dengan naik kendaraan, tapi sungguh pengalaman yang indah bagi kami bisa jalan melewati itu semua.

dari kejauhan pos pemancar sudah terlihat, kami pun tidak melewati main street yang sudah terlihat jelas dari pandangan kami maupun GPS yang teman saya bawa. Kita memutuskan untuk berbelok ke arah kiri, menaiki dan menurunkan punggungan dari kebun-kebun teh.

Hijau.. mungkin itu yang aku bisa lukiskan dalam perjalanan ini, kami naik melewati yang kanan kiri hijau kebun-kebun teh. sesaat berhenti memandang lagi kebawah, terlihat kebun teh tersebut tersusun rapih. Sebuah kerja dari petani yg ulet dan tentunya desain dari Allah Yang Maha Agung dengan ciptaan-Nya. Sesekali kami berhenti untuk bertegur sapa dengan para petani tersebut, pak lukman yang bisa bahasa sunda. saya dan teman-teman mah muhun-muhun saja. ehheeee.. salah satu pembicaraanya, wah harusnya tadi lewat jalan situ(jalur main street yang tadi harusnya kami belok kanan) yaaah.. kami sudah terperosok dalam keindahan, mau bagaimana lagi. ^_^

Kira-kira mungkin lebih dari 4 punggungan/bukit yang kami lewati. setiap punggungan menyajikan pemandangan indah yang sulit kami lupakan;kebun-kebun teh yang hijau terlihat indah dan membuat mata kami fresh, gunung-gunung disekitar kawasan cikurai; gunung papan dayan(bulan agustus yang lalu saya kunjungi), gunung satria(kata penduduk sekitar sih, padahal saya baru denger nama ini) dan gunung2 lainnya, perumahan dari kejauhan yang terlihat seperti kotak-kotak kecil yang tersusun rapih, kali-kali yang mengalir didalamnya air yang sangat sejuk bersih dan jernih membuat kami tidak bisa menahan untuk menikmatinya. semuanya itu membuat saya semakin yakin Betapa Besarnya Allah.. betapa Agungnya karya-karya ciptaan-Nya.. dan betapa kecilnya aku dihadapan-Mu Ya Allah.. apalagi ketika dalam perjalanan aku menyaksikan langsung indahnya satwa yang masih ada disekitar kawasan Gunung cikurai. Burung Merak, saya melihatnya langsung ketika dalam perjalanan, tiba-tiba dia muncul dihadapan saya cukup dekat sekitar 3 meter, tetapi kemudian dia terbang. Subhanallah indahnya, seperti yang saya lihat di ragunan.

kemudian kami berada di jalan yang terpisah oleh turunan yang sangat curam mungkin hampir 90 derajat kemiringannya. kami berhenti untuk kemudian melakukan ormed(orientasi medan), bang santo kemudian meletakkan Carielnya dan berjalan meninjau jalur yang ada di depan sebelah kiri kami, dan hasilnya jalur tidak memungkinkan untuk kami lalui, telalu Curam kata bang santo. akhirnya kami mundur ke belakang dari jalur yang telah kami lewati. sampai kami ketemu dengan seorang petani, iya bener lewat sini dek(udah diterjemahkan dari bahasa sunda ya) owh.. jalannya menurun sangat, kami harus sambil duduk untuk melewatinya, kalau tidak hati kami bisa terperosok. sampai kami di kali kecil yang airnya jernih.
setelah turun tadi, sekarang kami harus menanjak dengan punggungan yang kemiringannya lumayan curam. ya kami lewati juga, terus kami mendaki, melewati aliran air kemudian menanjak. dahan-dahan yang cukup kokoh menjadi pegangan bagi kami. walaupun cukup sulit, tapi akhirnya kami bisa melewatinya dan sampai di jalan yang cukup baik yang bisa dilewati mobil. kemudian kami bertemu dengan pendaki lain sepertinya anak MAPALA. bincang-bincang sebentar, ternyata dia tidak melewati jalan yang kami lalui, melainkan lewat jalur main street.

Sampai lah kami di puncak pemancar sekitar pukul 11.45 WIB. waktunya cocok sekitar 4 jam an(bukan 4 zaman ya!!!) walaupun kami sudah motong2 punggungan tapi tetap saja, kami tidak bisa lebih cepat lagi. Inilah puncak pemancar, ada dipos ini beberapa nama stasiun pemancar yang sudah tidak asing bagi kita semua( RCTI, SCTV, TPI dsbnya yg tidak disebut jangan marah ya!!!). sampai di puncak pemancar, kami berbagi tugas; 3 orang beres-beres sekaligus memasak, dan 2 orang lainnya termasuk saya, mengambil air. saya dan bang santo kemudian membawa 2 dirigen(@5 liter), 1 Gelas(tupperware), 2 waterspleads dan 1botol kecil. Setelah dirasa cukup mengisi air, kemudian kami kembali ke pos pemancar, ada sekitar 500 meter dari pemancar ke tempat kami mengambil air. Sekembalinya ke pemancar, Roti cane + mie rebus campur cereal kami santap. selesai makan, kami sholat berjamaah zuhur+Ashar(jamak Qashar). ya.. sholat.. dalam kondisi apapun jangan pernah meninggalkan sholat 5 waktu sekalipun dalam kondisi perjalanan mendaki gunung, memasuki GOA, memanjat tebing dan sebagainya. sholat harus tetap ditegakkan. saya sangat menyayangkan banyaknya pecinta alam(mereka mengaku pecinta alam) yang melalaikan sholat ketika beraktifitas outdoor seperti ini, padahal sholat merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan dalam kondisi apapun. kalau dalam perjalanan kita bisa mengqoshor, kalau tidak ada air kita ber tayamum, dan seterusnya hingga tidak ada celah untuk melalaikannya.

lanjut lagi ah...

*Perjalananpun dimulai
sekitar pukul 1 siang kami mulai mendaki puncak cikurai, perjalanan baru saja dimulai pikirku.Melewati satu punggungan kebun teh kemudian lurus ke arah selatan kami berjalan dan ketika sampai di tempat paling tinggi dari punggungan tersebut sebelum memasuki hutan, kami kemudian menyaksikan pemandangan yang lebih indah lagi dari sebelumnya. semua terlihat begitu jelas dari kejauhan. tak lupa mengabadikan dengan jepretan kamera slr bahkan kamera HP ku hehee. Subhanallah, Ya Allah Engkau memilih dari Jutaan orang yang tinggal di jakarta mungkin hanya sedikit yang Engkau berikan kesempatan untuk menyaksikan keindahan ini. Terima Kasih ya Allah..

"Anda memasuki Hutan, harap berhati-hati" tulisan itu yang menyambut saya dan teman-teman ketika pertama kali memasuki hutan cikurai,
Setiap Gunung yang saya naiki, ada hal yang unik dari masing-masingnya, termasuk untuk pendakian ke Puncak Gunung cikurai ini, Jalur pendakian memang sudah terbuka, tetapi memang agak berat kalo istilah pecinta alam "tanjakan Bego". Tidak sedikit kami kadang harus merunduk, sedikit memanjat dan bahkan sempat terjatuh. Lumayan berat dengan jalur seperti itu ditambah keril yang saya bawa berisi ; Dirigen 5 liter berisi air, beras 1/2 liter, telor 1/4kg, baju 3 set, 1 sleeping bag, 2 pasang sandal, Logistik, Flysheet, dll. untuk jalur pendakian gunung cikurai ini tidak ada air sama sekali kecuali di pos pemancar. jadi kami membawa air 15 liter(1 cowok membawa 5 liter air).

Sesekali kami berhenti untuk mengumpulkan stamina kembali atau hanya sekadar menundukkan keril kami agar punggung terasa ringan dan enteng kembali, tidak lupa foto-foto (teteeep).

berbeda dengan pendakian sebelumnya yang menuju ke pos pemancar, pemandangan kanan kiri kami terlihat hutan dengan pohon2 yang sangat lebat( ya iyalah, gunung gitu loh.. beda ama mall :D). Jalur ini juga sudah banyak tali stringe line untuk para pendaki agar tidak tersesat. Dari pos pemancar sampe puncak cikurai tidak ada lagi pos, perjalanan sekitar 4-5 jam.
perkiraan saya sebelumnya kami akan sampe puncak kira-kira jam 6 sore, tetapi meleset, sebelum sampai Puncak bayangan(puncak yang dari kejauhan terlihat seperti puncak cikurai padahal bukan) pak lukman teriak ;"Gue Ngejoss(stamina habis) nh.. cari tempat nge camp!!!" nih gara-gara makan siang tadi ga bagus(ga sehat) jadi gini(alasan pak lukman hahaaa)" soalnya makannya cuma ama mie instant n roti cane...

saya berada paling depan, kemudian saya melihat ada lapak kosong, memang sedikit menurun tetapi tidak apa-apa, daripada kami memaksa untuk terus mendaki sementara stamina teman kami sudah mulai habis apalagi waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore.

Berbagi tugas kembali regu pertama(mba nunung, lasmi) masak regu ke-2(saya,bang santo, pak lukman) nyangkul alias ngerapiin lahan yg akan didirikan tenda, karena kondisi tanah yang menurun, terpaksa kami meratakannya terlbih dahulu supaya tidurnya nyenyak kaya dihotel bintang seribu.

Beres-beres selesai, makan malam (Ayam, telor, bakso, sayur capcay dan nasi) Paknyoss, sholat maghrib+isya dan kami pun kemudian tidur diiringi angin yang mererai-rerai. Mererai-rerai istilah saya saja, kalo di Gunung Raung kan meraung-raung anginnya, nah Gunung cikurai dengan angin seperti ini saya sebut dengan Mererai-rerai(ngarang+maksa haha).

ciiiiiiuuuuuuuhhhhh..............(suara angin....)
Ngoooook.....krooooooooooookk... (suara yang lagi tidur ngorok)

Z...z...z.......


*Pendakian Puncak cikurai
wah tidur semalam lumayan nyenyak, walaupun kadang terbangun mendengar suara angin kencang, suara pendaki lain yang mendaki malam atau ada juga yang sdang turun. Paginya kondisi fresh kembali dan siap melanjutkan pendakiaan, tidak lupa Sarapan pagi dengan menu yang tidak jauh berbeda dari semalam hanya yang ini tambah kornet(buatan lasmi).

sekitar pukul 10 pagi kami mulai mendaki kembali, jalur yang tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, carriel yang saya bawa sudah tidak berisi dirigen 5 liter hanya saja carriel saya dimasukkan Tenda, flysheet dan fram (sama aja beratnya. hehee).


Naik terus mendaki ke atas, sempat bang santo celoteh : "enakan caving kalo ga rock climbing ya.. capenya paling cuma 2 jam"
hehehe.. "iya bang ya..". tapi mendaki gunung ada kenikmatan tersendiri bagi yang benar2 menikmatinya. Disini kita bisa lebih dekat dengan Allah melalui ayatnya yang tersirat, disini kita diuji sejauh mana kemauan kita untuk menggapai sesuatu, dan masih banyak lagi.

"Alam Bebas Membentuk nilai-nilai, disanalah kehidupan para pejuang"(IPALA)

Mendaki lagi ke atas ternyata banyak juga pendaki yang nge camp di atas kami, termasuk di puncak bayangan. ketika kami sampai di puncak bayangan, banyak juga yang sedang beristirahat. tanya-tanya dengan pendaki yang juga orang Sekitar garut, mengenai jalur lain kalo kita mau turun yaitu jalur "bayombong", tapi akhirnya kami tidak lewat jalur situ, melainkan kami lewat jalur yang sama waktu kami naik.

Sekitar pukul 11 45 kami sampai di puncak Cikurai, GPS mba nunung menunjukkan kami berada di ketinggia 2873mdpl. Alhamdulillah, pembayaran yang setimpal. Bersakit-sakit dahulu bersenang2 kemudian. tapi ya namanya juga pendaki gunung, setelah makan siang, sholat zuhur+ashar, foto2, akhirnya kami turun kembali sekitar pukul 1 siang.

kalau masalah turun, saya emang paling suka, saya bisa cepat kalau udah turun gunung, mungkin spesialis Penurun gunung kali ya, bukan pendaki gunung. heheheee...

Awalnya saya di belakang pak lukman, tapi pak lukman jalannya lama sekali, akhirnya ada jalan memotong, shingga saya bisa mendahului pak lukman. terus saya berjalan, hingga pendaki yang lebih dahulu turun tersusul oleh saya.
Sesekali saya berhenti untuk menunggu teman-teman dibelakang, atau bertegur sapa dengan pendaki yang baru mau naik.
pos pemancar sudah terlihat sangat dekat di punggungan terakhir, istirahat dulu ah pikir ku. Aktifin HP, ada pesan masuk di HP, dan kemudian foto-foto sebentar. tidak lama kemudian mba nunung datang, dan kami pun melanjutkan perjalanan ke pos pemancar yang sudah dekat.
Sampai lah kami berdua di pos pemancar kembali sekitar puku 15.30WIB. di susul kemudian teman lain yang sampai dengan selamat. Alhamdulillah ya Allah...

di pos pemancar, kami bertemu dengan rombongan dari depok. Mereka menunggu mobil pick up yang akan menjemput mereka. Kami pun menumpang untuk ikut juga. dan akhirnya kami pulang dengan pengalaman yang indah. Pengalaman yang tak akan pernah terlupakan.


Alhamdulillah.. terima kasih ya Allah...

Aku Penikmat Alam


Perkenalkan saya penikmat alam
bukan pecinta alam
karena seorang pecinta sejati
tidak akan menyia-nyiakan alam yang ia cintai

Aku hanyalah seorang penikmat alam
menikmatinya kemudian meninggalkannya
ya meninggalkannya sesuka hatiku
hingga nanti ketika aku ingin menikmatinya aku datang lagi
karena aku adalah penikmat alam
bukan pecinta alam

menikmati keindahannya menikmati udara sejuknya
menikmatinya hingga aku tak peduli jika suatu saat alam itu rusak
menikmatinya seolah alam yang aku nikmati untuk generasiku saja
menikmatinya tapi hatiku tetap mati

Menaiki gunung tinggi menjulang, menyusuri alam bawah tanah
memanjati tebing-tebing curam, menyelami lautan biru yang luas
semua hanya untuk memuaskan hasratku menikmatinya,
tanpa membekas di hati tentang KeagunganNya
tanpa ada perubahan dalam gerak dan perilakuku sehari-hari
tanpa ada perubahan yang berarti dalam setiap pembicaraanku
yang aku dapatkan mungkin hanya kenangan,
kenangan dalam foto, kenangan berkotor2 dengan alam, kenangan ya hanya kenangan...

Jangan Mengambil kecuali foto,
bahkan edelweis dan sesuatu yang menarik hatiku aku ambil.
Jangan Meninggalkan Sesuatu kecuali Jejak,
bahkan kotoran-kotoran dan sampah-sampah aku tinggalkan Seenak dan semauku
Jangan Membunuh kecuali waktu,
bahkan aku merusak tatanan alam yang aku datangi.